Selamat Datang di Website Kecamatan Lubuk Basung
Kamis, 14 Desember 2017 - 25 Rabiul Awwal 1439 H

Rahmad Lasmono, S.Sos, MAP

Camat Lubuk Basung

Kata Sambutan  Profil

Alamat Kontak :

Jl. Siti Manggopoh

(0752) 66057

kec_lubas@agamkab.go.id

28 Juni 2012

  • -

    Penilaian KAN Berprestasi Tingkat Propinsi Tahun 2012

  • -

    Penyerahan Bantuan Bea Siswa LKKS oleh Ketua, Ibuk Vita Indra Catri

Agenda Lainnya

Berita > Detil

Rabu, 21 Juli 2011 - 14:18 WIB

PNPM-MP Lubuk Basung, " SAIRIANG SABIMBIANG TANGAN , SABIDUAK SARANGKUAH DAYUANG, BASAMO MANGKO MANJADI " "

Kecamatan Lubuk Basung, dengan luas 33.266 Ha merupakan daerah dengan luas nomor 2 dari 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Agam. Dengan jumlah Nagari nya 5 nagari dan diperkuat oleh 26 Jorong mengelola lahan seluas tersebut dengan 71.187 jiwa penduduk merupakan potensi yang cukup besar yang perlu diperhatikan dan dilayani oleh Pemerintah Kecamatan, dimana sebagian besar penduduknya masih bermata pencaharian bertani, berdagang dan berkebun.

Pada tanggal 19 Juli 1993, Pemerintah Kabupaten Agam mengambil inisiatif untuk memindahkan ibukota Kabupaten Agam ke Lubuk Basung. Hal ini disambut baik oleh masyarakat Lubuk Basung dengan kesediaan menyerahkan sebagian tanah miliknya. Kita saat ini melihat perkembangan Lubuk Basung kearah wujud sebagai kota sudah semakin nyata. Bagaimana Jalan dua Jalur mulai dai Balai Selasa sampai ke Pasar Usang yang lebar, sudah melambangkan cerminan mengarah ke Kota. Adanya bangunan bangunan yang terus menjamur diharapkan bisa mengarahkan kepada wajah perkotaan di Lubuk Basung.

Namun satu ironi yang saat ini, walaupun masih terus dikembangkan dan dientaskan, kita melihat masih banyak masyarakat yang tergolong miskin di Kecamatan Lubuk Basung. Apalagi dengan terjadinya musibah gempa bumi 30 September 2009, mengakibatkan bertambahnya Rumah Tangga Miskin yang ada di Kecamatan Lubuk Basung.

Namun, masyarakat Lubuk Basung tidak pernah putus asa dengan kondisi tersebut. "Badai Pasti Berlalu" itu prinsip mereka. Beberapa jalan dalam rangka pengentasan kemiskinan tersebut dengan melaksanakan program program baik dari Pusat maupun Daerah, salah satunya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPM-PM ). Di Kecamatan Lubuk Basung Program ini telah dilaksanakan mulai tahun 2007 sampai saat ini, tahun 2007 dialokasikan dana 1 Milyar, tahun 2008 dialokasikan 1 Milyar, tahun 2009 dialokasikan 2 Milyar, tahun 2010 dialokasikan 2,5 milyar dan tahun 2011 dialokasikan 450 juta.

Dari alokasi dana yang telah diturunkan dari Pemerintah Pusat, sebagian besar telah diserap oleh masyarakat baik berupa kegiatan Fisik, Pelatihan dan juga Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Untuk kegiatan Fisik, berupa pembangunan Jembatan, Peningkatan Jalan, Irigasi, Pembangunan Sekolah ( TK ), sedangkan pelatihan yang dilaksanakan seperti Pelatihan bordir bagi generasi muda yang menganggur dan belum mempunyai pekerjaan. Demikian juga perkembangan kelompok SPP dari 2007 sampai sekarang berjumlah 56 kelompok yang tersebar di lima Nagari yang ada di Kecamatan Lubuk Basung. 

Untuk tahun 2011, dari alokasi dana 450 Juta yang dialokasikan untuk Kecamatan Lubuk Basung, pelaku pelaku PNPM-MP se Kecamatan Lubuk Basung dengan Keputusan Musyawarah Antar Nagari ( MAN ) telah menetapkan dua pioritas fisik yaitu rabat beton Jalan di Anak Aia Kumayan Nagari Kampung Tangah , dan peningkatan Jalan di Jorong IV Garagahan. Ini merupakan kebutuhan yang sangat vital sekali. Selama ini boleh dikata Anak Aia Kumayan agak sedikit tertinggal karena sarana jalannya masih sangat kurang dan memprihatinkan. Kalau hujan turun, jalan tersebut diibaratkan kubangan kerbau. Disamping itu jarak yang ditempuh masyarakat ke pasar terdekat juga semakin dipersingkat. Begitu pula halnya dengan kondisi jalan di Jorong IV Garagahan yang merupakan akses jalan yang mempersingkat perhubungan ekeonomi masyarakat dengan pasar.

Disamping program Fisik, juga telah ditetapkan pembiayaan bantuan modal bagi kelompok perempuan melalui Simpan Pinjam Perempuan ( SPP ). Dari aturan program yang mengharuskan minimal 25 % dari dana yang dialokasikan tersebut harus ke SPP, atau minimal Rp.112.500.000,-. Dan ditetapkanlah 3 kelompok SPP sebagai penerima, dan semuanya ini telah direalisasikan.

Untuk Program P2SPP, Kecamatan Lubuk Basung mengusulkan Rabat Beton Jalan Subarang Tangah Jorong II Balai Ahad Nagari Lubuk Basung. Subarang Tangah masih belum tersentuh pembangunan. Untuk itu dengan adanya program ini sangat dirasakan sekali manfaatnya bagi masyarakat. Untuk belanja ke Pasar Lubuk Basung, masyarakat disini butuh biaya 25.000 untuk sewa ojek dikarenakan jalan menuju lokasi mereka yang sangat parah. Walaupun dilintasi oleh jalan mulus dari Lubuk Basung ke Batu Kambing Kecamatan IV Nagari, namun untuk jalan yang masuk ke lokasi mereka masih sangat memprihatinkan. Untuk itu dengan rehab ini, diharapkan biaya yang dikeluarkan masyarakat dapat diperkecil.

Sedangkan untuk Simpan Pinjam Perempuan, Program P2SPP juga menganggarkan dengan alokasi untuk 7 kelompok, sehingga hal ini sangat membantu sekali bagi masyarakat yang kekurangan modal usaha untuk meningkatkan usahanya. Dan diharapkan ini segera dapat dicairkan secepatnya.

Disamping dana BLM PNPM-MP 2011 dan P2SPP, UPK ( Unit Pengelola Kegiatan ) PNPM-MP Kecamatan Lubuk basung juga menyalurkan dana Simpan Pinjam melalui kelompok SPP tersebut dengan peguliran, dimana dana yang telah disalurkan ke kelompok kelompok sebelumnya yang telah dikembalikan, itu kembali digulirkan ke kelompok yang lain. Dan ini nyata nyata sangat membantu dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Perlu juga diketahui, SPP ini merupakan pembayaran keuangan pola Bank mini, dimana ini terus dikembangkan. Dan diharapkan perkembangan Kelompok Simpan Pinjam dengan Sistim bunga menurun ini, dapat bermanfaat dan berkembang, dan saat ini Kecamatan Lubuk Basung telah mempunyai 56 buah kelompok SPP yang berkembang cukup pesat dan tidak ada tunggakan yang berarti.

Camat Lubuk Basung, Rahmad Lasmono, Ap.S.Sos.MAP sangat mendukung sekali program program yang telah disusun. Beberapa kali Sosialisasi maupun pelaksanaan di lapangan diikutinya. " Saya berharap dengan adanya program PNPM-MP ini, Lubuk Basung dapat menapak kedepan untuk lebih maju dan berkembang " ulasnya.  " Kita harapkan pola   " SAIRIANG SABIMBIANG TANGAN , SABIDUAK SARANGKUAH DAYUANG, BASAMO MANGKO MANJADI " betul betul mengakar di tengah masyarakat dan pembangunan dapat berjalan dengan berbimbing tangan masyarakat, Pemerintah dan lembaga lembaga yang ada" tukasnya.

Berita Terkait :

PUISI UNTUK PAHLAWAN..

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: